Kamis, 28 November 2013

Kreativitas kelompok dikaji dalam teori Kreativitas



Teori 4P pada pengembangan kreatifitas :
      1.      Teori person.
Berdasarkan teori Humanistik Maslow, manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhannya adalah kebutuhan “being”, sebenarnya Saya tidak suka berkelompok saya lebih suka menyendiri Tapi semuanya harus saya kerjakan secara bersamaan dalam menyelesaikan tugas kreatif kelompok mata kuliah Kreativitas. Dengan tipe kepribadian yang menyukai sesuatu yang terorganisasi saya cukup berjuang berat ketika menyelesaikan tersebut.
      2.      Press.
Saat di beri tugas kreativitas kelompok, kami sekelompok cukup kebingungan mau menampilkan apa. Ditambah lagi dengan adanya perbedaan pendapat antara anggota kelompok, membuat kami membutuhkan waktu yang lebih ekstra menyelesaikan tugas tersebut. Namun dalam diri setiap orang ada yang namanya kecenderungan untuk mengembangkan dirinya, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan baru dengan lingkungannya (kelompok) dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya (Rogers, dalam Vernon, 1982). Hal tersebutlah yang membuat saya menjadi bangkit mengerjakan tugas tersebut.
 
      3.      Process.
Teori Wallas, menyatakan ada 4 tahap ketika proses pengerjaan kreativitas, yang juga saya alami yaitu.; (1) Tahap persiapan, dimana saya secara individu dan kelompok ketika diberi tugas pengerjaan tugas saya berpikir “apa yang akan kami buat dan tampilkan?” (2) tahap inkubasi, dimana kami sempat vakum dan berhenti sejenak dari tugas tersebut, (3) tahap iluminasi, dimana ketika saat itu kami mendapat ide untuk membuat drama musiakal, dan saya pun mendapat ide untuk kembali menulis dan membuat naskah drama oleh saya sendiri, (4) tahap verifikasi, Dimana ide saya tersebut harus diuji terhadap realitas, yang memerlukan pemikiran kritis didalam tahap tersebut.
walaupun demikian saya dan kelompok tetap berusaha keras menyelesaikannya.
      4.      Product.
dan pada akhir nya kelompok kami memutuskan membuat drama kecil-kecilan. Dan kelompok pun menyetujui adanya pembuatan naskah drama sendiri. akhirnya jadilah hasil karya tulisan saya berupa naskah drama. Dan kemudian kami membagi peran dan mencoba memerankannya.
 

Rabu, 13 November 2013

Performa kreativitas pribadi :

Nah, selanjutnya saya akan mengaitkan performa ini dengan teori yang telah saya pelajari di kelas kreativitas, yaitu teori 4P. Berikut adalah penjabarannya..

1.    Person
            Berdasarkan aspek ini, kreativitas merupakan ungkapan dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif inilah yang mencerminkan originalitas dari masing-masing individu. Saya akan menjelaskan hal ini dan dikaitkan dengan teori 4P, di mana saya akan menjelaskan “apa, bagaimana, siapa, dll yang dianggap sebagai pribadi kreatif.” Orang yang saya bicarakan pada bagian person ini adalah diri saya sendiri.  Hal itulah yang saya rasakan ketika saya membuat asbak rokok ini. Walaupun saya tau asbak rokok yang saya buat tidaklah seberapa, namun saya lebih mementingkan rasa puas dan kelegaan yang saya rasakan ketika melihat hasil kretivitas saya sendiri.
2.    Press
            Jika dikaitkan dengan aspek ini -di mana pada aspek ini menyatakan bahwa seseorang akan menghasilkan suatu produk kreativitas karena adanya dorongan yang berasal dari diri (motivasi intrinsik) dan dorongan yang berasal dari luar, seperti lingkungan, keluarga, sekolah, dll- saya merasa bahwa dorongan (press) yang lebih berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas adalah dorongan yang berasal dari dalam diri saya.
3.    Process
            Aspek ketiga ini menyatakan bahwa anak dapat mengembangkan kreativitas jika diberikan kebebasan untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif dan diberikan waktu untuk bersibuk diri secara kreatif. Dalam aspek ini, berdasarkan pengalaman saya, saya merasa baik keluarga maupun sekolah, sama-sama memberikan waktu luang untuk saya agar saya dapat membuat apa yang saya mau asalkan itu berbentuk mendidik.
4.    Product
            Dan aspek yang terakhir ini adalah aspek yang menyatakan bahwa kondisi anak yang memungkinkan untuk menghasilkan produk yang kreatif adalah kondisi dimana adanya dukungan yang berasal dari luar dan juga diperlukan adanya motivasi yang berasal dari individu tersebut.